SAYIDINA ALI kw.TENTANG KEAGUNGAN ALLAH SWT DAN KEINDAHANNYA

Ali kw.Nasihat-nasihat Sayidina Ali bin Abu Thalib kw (karromallahu wajhahu – smg wajahnya Allah muliakan) selalu mengandung muatan tauhi yang sangat dalam.
Nah kali ini kami sajikan kalimat beliau tentang Keagungan Allah swt, yang kami ketik ulang dari buku Terjemahan “Nahjul Balaghah”.

“Perintah-Nya pasti terlaksana dengan penuh hikmah. Ridha-Nya membawa keselamatan dan rahmah. Ia menetapkan segalanya dengan pengetahuan mendalam. Mengampuni hamba-Nya dengan kemurahan-Nya yang luas.


Ya Allah, bagi-Mu segala puji atas apa saja yang Kauambil dan Kauberi. Atas afiat ataupun cobaan yang datang dari-Mu. Puji syukur yang paling dekat kepada keridhaan-Mu. Yang paling Kausukai dan paling utama di sisi-Mu. Yang mencakup segala yang Kaucipta dan mencapai apa yang Kaukehendaki. Yang tak terhalang dari-Mu dan tak tertahan mendekati-Mu. Yang takkan terputus bilangannya dan takkan surut sumbernya.

Tiada kami mengetahui hakikat keagungan-Mu, namun kami meyakini bahwa engkau adalah Yang Mahahidup, Yang Berdiri Sendiri.
Tiada pernah Engkau dihinggapi kantuk dan tiada pernah Engkau tidur.
Tiada penglihatan mampu melihat-Mu dan tiada pandangan mampu mencapai-Mu.

Kaulihat segala penglihatan; Kauhitung segala usia, dan Kaupegang
para pembangkang pada ubun-ubun dan kaki-kaki mereka.
Namun ciptaan-Mu yang tampak bagi kami; kekuasaan-Mu yang kami kagumi; luas kerajaan-Mu -yang kami mampu melukiskannya ataupun yang tertutup bagi kami- yang penglihatan kami tak mampu mencapainya, akal kami tak menjangkaunya, karena terhalang oleh tirai-tirai gaib yang terbentang di hadapan kami, semuanya itu sungguh amat agung dan menakjubkan.

Siapa saja yang, dengan cara apa pun, memusatkan seluruh perhatiannya dan memutar otaknya, untuk mengetahui bagaimana cara-Mu menegakkan bumi-Mu, bagaimana Kaucipta segala ciptaan-Mu, bagaimana Kaubentangkan bumi-Mu di atas gelombang air . . . , siapa saja yang berusaha mengetahui itu semua, pandangannya pasti akan kembali dengan kegagalan, dalam keadaan letih lesu, akalnya tercengang terpesona, pendengarannya kebingungan dan pikirannya terheran-heran.” []

Sumber Tulisan:

Diketik Ulang dari Buku Mutiara Nahjul Balaghah, terjemahan Ustadz Muhammad Al-Baqir ra, Penerbit Mizan, Bandung, 1993.

Sumber Gambar:

http://1.bp.blogspot.com/-BRBQJoDXNCI/TtdtEBUa67I/AAAAAAAAAI4/I0iQdmHz5A4/s1600/ali.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>