PENGANTAR – Belajar Dari Para Nabi Seri ke-0

Sahabats, Kepada golongan manusia yang manakah kita beridola?

Demikian pula keluarga serta putra-putri kita?

Jika kita mau membuka lembaran-lembaran ayat dalam Kitab Allah, niscaya Dia menunjuki kita kepada golongan manusia-manusia yang Dia pilihkan untuk menjadi idola kita.

“Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, syuhada, dan shalihin. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS. An-Nisaa’[4]:69)

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab[33]:21)

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah”. (Ibrahim berkata): “Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali.” (QS. Al-Mumtahanah[60]:4)

“Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai ‘aql/lubb(ulil albab). Al-Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”(QS.Yusuf[12]:111)

Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupan dan perjuangan para Nabi, sebagai insan pilihan Allah SWT. Beberapa di antaranya a.l.:

* Pertaubatan Nabi Adam as.
* Ketaatan Nabi Nuh as. pada petunjuk Allah membuat perahu besar di atas bukit
* Pencarian Al-Haq dan Rabb Nabi Ibrahim as.
* Poligami yang ‘nampak’ tidak adil dari Nabi Ibrahim as.

* Keyakinan atas pengayoman Rabb dari Nabi Ismail kecil yang rela disembelih

* Ketabahan Nabi Yusuf as. dalam menjalani berbagai episode kehidupan
* Nabi Musa as.menyelamatkan Bani Israil
* Keberanian Nabi Daud melawan Raja Jalut
* Mi’raj ke dalam perut ikan paus Nabi Yunus as.
* Kefaqiran Nabi Isa as.
* Kesempurnaan Dakwah Nabi Muhammad SAW
* Poligami Rasulullah SAW yang bukan karena syahwat dan hawa nafsu
* dsb.

Al-Quran, Al-Hadits, serta kitab-kitab karya para ulama yang tekun dan teliti menjadi rujukan utama kita. Dengan mempelajari kisah perjuangan insan-insan yang sepantasnya kita jadikan panutan dalam kehidupan tersebut, kita berharap Allah memberkahi kehidupan kita.

Terlebih lagi bagi sahabat-sahabat yang tertarik mendalami hakikat di balik kisah kehidupan Para Nabi, jika perangkat diri yang kita gunakan meliputi pikiran, qalbu serta ‘aql kita dengan optimal, niscaya Allah membukakan rahasia bersuluk yang Allah siratkan dalam kisah beliau-beliau tersebut.

Pada tulisan-tulisan pada seri yang akan datang, kita akan ‘memutar video’ kehidupan yang sarat hikmah dan pelajaran tersebut. Insya Allah…

Laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyul adhim.

(bersambung ke seri berikutnya..)

Sumber Gambar:

http://vilaputih.files.wordpress.com/2010/11/19.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>